Breaking News
Loading...
Saturday, August 24, 2013

Penyair dari syair berjudul 'Bendera', Cheongma Yu Chi-hwan

2:43 PM
 Penyair dari syair berjudul 'Bendera', Cheongma <strong>Yu Chi-hwan</strong>


Inilah seruan tanpa suara


Inilah seruan tanpa suara
sapu tangan penuh nostalgia abadi yang dilambaikan terhadap laut biru
cinta murni berkibar kena angin seperti ombak
di atas ideologi yang tegak dan bersih
kesedihan melebarkan sayapnya seperti burung bangau


Itulah sebagian syair berjudul 'Bendera'. Penyair Yu Chi-hwan yang dijuluki sebagai 'penyair dari bendera' adalah penyair dan juga pendidik di Korea. Dia menerbitkan 14 buah buku syair saat dia berkarir sebagai kepala sekolah SLTP dan SLTA, dan diantaranya, syair yang mewakilinya adalah syair berjudul 'Bendera'. Katanya, Yu Chi-hwan mulai membuat syair, karena dia terharu setelah membaca syair dari penyair Jeong Ji-yong. Dia melakukan debutnya sebagai penyair pada tahun 1931 dengan mengumumkan syair berjudul 'Ketenangan' di dalam majalah bulanan khusus sastra. Nah, siapa sosok Yu Chi-hwan yang menampilkan semangat terhadap kehidupan di dalam syair? 


Mengandung konflik dan luka hatinya di dalam syair

Yu Chi-hwan lahir pada tahun 1908 di Tongyoung, Gyeogsang Selatan. Abangnya adalah Yu Chi-jin yang terkenal sebagai penulis skenario. Sampai dia berusia 11 tahun, dia belajar huruf Cina dan tidak banyak berbicara. Setelah tamat dari Sekolah Dasar Tongyoung, dia pergi ke Jepang untuk menimba ilmu. Di sana, sifatnya menjadi lebih tenang dan diam. Dia tidak bergaul dengan teman, melainkan memusatkan pikirannya untuk membaca buku dan menuliskan sesuatu. Dia melewati masa remajanya dengan membaca dan menuliskan sesuatu, serta melakukan debutnya di dunia sastra pada tahun 1931. Pada tahun 1939, dia menerbitkan buku sayir pertama 'Bungarampai Cheongma' yang menampilkan 53 buah syair, termasuk 'Bendera'. Menjelang masa itu, Yu Chi-hwan bergaul dengan sastrawan muda dan sering minum minuman beralkohol bersama mereka. Namun, isterinya yang merasa cemas terhadap tingkah laku suaminya menyarankan untuk pindah ke Pyeongyang. Di sana, dia mengelola studio foto, namun hanya memusatkan pikiran untuk membuat syair dengan menutup studionya.

Pada musim semi tahun 1940, dia pergi ke Manchuria Utara bersama keluarga untuk mengelola lahan pertanian. Pada waktu itu, Perang Pasifik hampir selesai, sehingga semuanya mengalami kemiskinan. Namun, dia mengelola dan mengembangkan lahan yang dikelola oleh abangnya Yu Chi-jin. Pada suatu musim dingin, dia kehilangan putra yang masih kecil. Akibat tanah mengalami pembekuan, dia terpaksa memakamkan putranya di ladang. Kemudian hari, dia membuat syair berjudul 'Setelah datang ke ladang luas', dan 'ladang luas yang penuh kekecewaan seperti dinding besi yang menyedihkan' yang terdapat di dalam syair tersebut adalah tempat pemakamam putranya. 




Membuat syair dan berbagi syair

Pada tanggal 15 September 1945, Yu Chi-hwan membentuk 'Federasi Budaya Tongyoung' bersama sastrawan muda. Mereka mengajarkan huruf Korea Hangeul, mengadakan wacana, dan mengadakan pementasan demi masyarakat. Yu Chi-hwan sekian lama mengambil bagian di dunia pendidikan. Setelah kemerdekaan Korea, dia berkarir sebagai guru di kampung halamannya dan juga tetap membuat syair. Dia pernah memberikan kuliah mengenai teori syair di Universitas Kyungpook. 




Meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas

Syair dari Yu Chi-hwan terasa berani dan bebas. Hal tersebut terasa asing bagi seseorang, namun syairnya terasa lebih terharu dan tulus hati. Namun, Yu Chi-hwan meninggal dunia pada tangal 13 Februari 1967 akibat kecelakaan lalu lintas. Setelah dia meninggal dunia, jalan atau gang yang sering ditapaki oleh Yu Chi-hwan di kampung halamannya, Tongyoung diberinama sebagai 'Jalan Yu Chi-hwan'.




Source:kbsworld



0 comments:

Post a Comment

 
Toggle Footer