Breaking News
Loading...
Tuesday, September 3, 2013

Urusan Pariwisata, Korea Utara Tidak Mau Kalah dengan Korea Selatan!

3:48 PM
 Urusan Pariwisata, Korea Utara Tidak Mau Kalah dengan Korea Selatan!


Selama ini, Korea Utara selalu berada di balik bayang-bayang Korea Selatan, terutama untuk urusan pariwisata. Pariwisata di Korea Selatan memang maju dengan sangat pesat sejak K-Pop mulai mendunia. Melihat hal ini, rupanya pemerintah Korea Utara tidak mau kalah.

Banyak fasilitas hiburan yang akan dibangun untuk bisa menarik minat para wisatawan. Bahkan nantinya Korea Utara tidak kalah bagus dengan Korea Selatan. Para wisatawan akan dimanjakan dengan fasilitas hiburan yang menakjubkan.


“Sumber daya pariwisata Korea Utara sangat melimpah. Negara ini punya masa depan cerah untuk mengembangkan pariwisatanya,” ujar Jo Song Gyu, Direktur Perusahaan Travel Internasional, dilansir dari The Sydney Morning Herald.

Korea Utara rupanya sedang berupaya besar dalam mengembangkan fasilitas yang mendukung dunia pariwisatanya. Jo Song Gyu bahkan berjanji akan membuka jalur penerbangan menuju ibukota Pyongyang dari Asia Tenggara, Cina, dan Eropa.

Beberapa hotel berbintang di Pyongyang kini mulai direnovasi. Selain itu, fasilitas pendukung lain seperti restoran, toko-toko, pusat kebugaran, dan resor juga akan segera dibangun.

Bahkan Korea Utara yang terkenal sebagai negara komunis paling tertutup di dunia ini membuka kesempatan bagi para pebisnis asing untuk ikut meramaikan dunia wisata Korea Utara. Jo Song Gyu mengatakan jika ada perusahaan asing yang ingin jadi investor dalam tahap awal pembangunan kota, maka mereka akan diberi prioritas utama.

“Beberapa investor asing akan diundang untuk membantu membangun dan mengelola resor, hotel, dan restoran,” ujar Jo Song Gyu.

Namun Korea Utara bukanlah tempat tujuan wisata yang murah. Hal ini dikarenakan wisatawan tidak diperbolehkan untuk menggunakan mata uang Won yang merupakan mata uang lokal Korea Utara. Segala jenis pembayaran akomodasi wisatawan harus dibayar dengan mata uang asing seperti Euro.






Source: The Sydney Morning Herald.
CR:dreamersradio

0 comments:

Post a Comment

 
Toggle Footer